CINTA
Dalam Al-quran istilah cinta dikelompokan menjadi 3 kata yang berbeda dari bahasa arab yaitu "Hubb", "mawaddah" dan "rahmah". Singkatnya ketiga kata tersebut menunjukan tingkatan cinta yang berbeda pula.
Hubb menjadi tingkatan cinta yang "biasa" atau cinta secara umum. Al-quran mencontohkan kata hubb dipakai dalam ayat yang menggambarkan cinta kepada dunia dan cinta kepada syahwat. Hal ini menunjukan cinta si "pencinta" kepada yang dicintainya sangat lah "biasa" atau "umum" dengan kata lain banyak atau bisa jadi hampir setiap orang mampu mencintai dengan kadar cinta seperti ini. Dan sesuatu yang dicintainya suatu saat akan ditinggalkan atau meninggalkan nya dengan mudah dengan sebab sudah tidak layak dicintai atau ada "sesuatu" yang lebih layak dicintai.
Mawaddah. Kata cinta ini mempunyai tingkatan lebih tinggi dari sekedar cinta biasa contoh penerapan kata ini dalam Al-quran seperti pada ayat 21 dari surat Ar-Rum yang berkisah tentang manusi yang diciptakan berpasang-pasangan. Dalam hal ini cinta isteri terhadap suami dan sebaliknya tentunya lebih dari sekedar cinta biasa. Tetapi saya rasa saya belum layak dan belum mampu menggambarkan cinta suami isteri dan sebaliknya itu tadi alasannya ..saya belum menikah...hehe. Tetapi dapat saya katakan di sini cinta tingkat inipun masih mempunyai keterbatasan. Sebagai contoh tidak akan ada suami yang bersedia ikut dikubur ketika mengantarkan isterinya yang meninggal keliang lahat bukan??. Maka dari itu Cinta sejati hanya dapat kita temui dalam tingkatan cinta selanjutnya yaitu rahmah.
Rahmah adalah cinta sejati yang Allah miliki dan Allah curahkan kepada setiap makhlukNya. Sangat sulit untuk menggambarkan betapa dahsyatnya rahmahNya. Surga milik Allah hanya bisa kita tebus dengan rahmahNya. Kalau saya boleh definisikan disini untuk menggambarkan rahmahNya maka semua cinta yang ada di bumi ini hakikatnya adalah manifestasi dari rahmahNya kepada seisi alam semesta. Seorang suami yang mencintai isterinya mungkin merasa biasa saja ketika si isteri membalas cintanya. Akan tetapi sesungguhnya cinta dari si isteri itu adalah bentuk cinta Allah yang diturunkan melalui isterinya begitupun dari sisi sebaliknya isteri yang mencintai suaminya sepenuh hati hakikatnya dibalas dengan cinta Allah melalui suaminya. contoh lain bila kita yang sangat mencintai harta kita sesungguhnya adalah kita sedang dicintaiNya agar kita mempunyai kesenangan hidup di dunia. Tetapi yang lebih menakjubkan dengan cintanya pula makhlukNya diberi kebebasan untuk membalas cintaNya ataupun tidak sama sekali.
Akhir nya saya ingin mencuplik ayat Al-quran yang disebut berulang dalam sura Ar-Rahman yang artinya " Nikmat Allah manakah yang yang engkau dustakan???"
Wa Allah a'lam
