Marhaban Yaa Ramadhan
Kata puasa secara umum berarti berhenti untuk tidak makan dan tidak minum. Seekor ayam yang sedang mengerami telurnya akan berpuasa selama 21 hari sehingga tubuhnya menjadi panas agar telur yang dieraminya menetas. Bebek puasa lebih lama lagi yaitu sekitar 40 hari saat dia mengerami telurnya.
Jika kita yang mengaku mempunyai derajat lebih dari binatang, lalu islam, lalu beriman dan mampu tetapihanya menjalankan puasa, sesungguhnya puasa kita mempunyai kualitas dengan puasanya ayam atau bebek. Ayam dan bebek berpuasa secara terus menerus sedangkan kita hanya dari imsak sampai maghrib, ayam dan bebek tidak pernah buka bersama juga mereka tidak pernah mendapat THR ketika selesai masa puasanya. Lalu sesungguhnya apakah shaum yang diwajibkan itu?? Sesungguhnya ibadah shaum yang diwajibkan itu bermakna.”imsakun nafsi” atau menjaga hati. Menjaga dalam arti hati kita “dikosongkan” dari hal selain ibadah.
Dari perbadaan makna itu maka tidak makan dan tidak minum dalam puasa adalah sebuah esensi tetapi dalam shaum tidak makan dan tidak minum adalah media bukanlah esensi. Jika anda berniat memeriksakan darah dan oleh dokter disuruh berpuasa tetapi anda karena sesuatu hal menjadi lupa dan menyantap sarapan dipagi harinya, pemeriksaan darah pastilah ditunda karena syaratnya tidak dipenuhi. Jadi anda tidak perlu berdebat dengan dokter memakai hadist dan dalil agama bahwa lupa makan dan minum tidak membatalkan puasa anda. Tetapi jika anda shaum dan lupa menyantap sarapan dipagi hari, shaum anda tidak batal karena tidak makan dan tidak minum dalam shaum hanya media bukan esensi.
Hati atau qalbu kita mempunyai 3 sifat yang menjadi sifat alami manusia pada umumnya yaitu; willing, feeling dan thinking. Seorang yang sedang shaum adalah wajar dan normal bila melihat makanan kemudian ia tergiur untuk memakannya. Seorang suami tentu wajar dan normal bila melihat perempuan yang cantik dan bukan istrinya ia menjadi tertarik. Tetapi dengan shaum qalbu orang yang menjalankannya dimanage sehingga ia tidak tergoda dengan hal-hal yang menimbulkan dosa dan bisa membatalkan shaumnya. Karena qalbunya dimanage ketika seorang yang shaum melihat makanan maka rangsangan tidak akan sampai ke otak, karena otak tidak terangsang maka lambung tidak akan memproduksi asam lambung sehingga akan tidak terasa lapar. Oleh sebab itu shaum tidak akan menyebabkan sakit maag. Hal ini akan sangat berbeda dengan orang yang berpuasa diet karena tujuan annya meninggalkan makan minum ketika melihat makanan sangat mungkin terangsang otaknya untuk makan dan akan terasa lapar bahkan kemungkinan bisa menyebabkan maag.
Diri manusia terdiri dari dua bagian utama yang mempunyai sifat berbeda. Keduanya adalah raga yang bersifat fana dan ruh yang bersifat kekal. Sekuat tenaga kita menjaga kebugaran tubuh kita suatu saat pasti akan mengalami apa yang disebut tua dan pada akhirnya mengalami kematian. Dalam Alquran Allah s.w.t : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati”. (QS-Al Muminun 12-15). Ya, suatu saat tubuh kita akan merasakan apa yang disebut dengan kematian. Tetapi ruh bersifat kekal, karena ruh Allah tiupkan langsung maka saat tubuh kita mengalami kematian ruh kita akan tetap hidup hanya alam saja yang berpindah. Tetapi dalam kehidupan kita cenderung lebih memperhatikan hal yang bersifat fana. Harusnya kita yang tahu bahwa ada bagian dari diri kita yang kekal lebih memperhatikan kebugaran ruh kita tentunya tanpa mengesampingkan perhatian kita terhadap kebugaran raga. Jika nutrisi untuk raga mudah diketahui dan kita dapatkan lalau apa nutrisi untuk ruh kita??
Kullu mauludin yuuladu ‘alal fitrah, setiap yang dilahirkan dalam keadaan fitrah/suci. oleh karena itu dalam islam tidak dikenal dosa turunan. Raga kita boleh berbeda tetapi ruh kita sama, terlahir dalam keadaan suci. Akan tetapi seiring dengan perjalanannya disunia sebagai mana raga, ruh juga dimungkinkan terkotori oleh amal buruk kita. salah satu nutrisi ampuh untuk menjaga kebugaran ruh kita agar selalu suci adalah ibadah shaum ramadhan. Dalam hadist Rasul berkata : “Barang siapa yang melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan, karena iman dan mengharapkanridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.” (Muttafaqun ‘alaih). “Barang siapa berpuasa di Bulan Ramadhan dan mengetahui batas-batasnya, dan ia menjaga diri dari segala apa yang patut dijaga, dihapuskanlah dosanya yang sebelumnya.” (HR Ahmad, Baihaqi dengan sanad baik) . Maka sangat masuk akal pula rasul bersabda “Seandainya umatku tahu (keutamaan) apa yang ada pada bulan Ramadhan, niscaya berharap agar satu tahun seluruhnya terdiri dari Ramadhan”.
Melihat hadits-hadits tersebut, maka Bulan Ramadhan adalah sebuah kesempatan emas bagi kita untuk membersihkan kotoran-kotoran dosa dan kesalahan yang melekat pada diri kita sehingga kita termasuk orang yang bertakwa. Amiin.
Marhaban Yaa Ramadhan.
